Perpanjang Pendaftaran PPDB ONLINE Di Kota Bekasi Hingga Ahir bulan Juni

Perpanjang Pendaftaran PPDB ONLINE Di Kota Bekasi Hingga Ahir bulan Juni

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bhayangkarajayanews_Kota Bekasi, Rabu 24 Juni 2020- Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara Online (2020), di Kota Bekasi pada masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memasuki tahapan ke dua.

“Rangkaian PPDB (online) di Kota Bekasi perlu kami sampaikan, saat ini adalah tahapan kedua. Tahapan pertama adalah pengumuman akan dimulainya PPDB, rangkaian kedua adalah pra pendaftaran,” ujar Sekretaris Dinas, H UU Saeful Mikdar saat diwawancarai dalam ruang kerjanya, Selasa (23/06/2020) siang.

Semula kata UU, rangkaian pra pendaftaran PPDB Online berakhir tanggal 13 Juni 2020, namun ternyata sesuai dengan evaluasi Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Bekasi, ditambah waktunya sampai tanggal 30 Juni 2020.

“Dalam kesempatan ini kami sampaikan, rangkaian pra pendaftaran ini kan semula berakhir tanggal 13 Juni, ternyata sesuai dengan evaluasi kami dan evaluasi pimpinan kami, bahwa dipandang belum cukup masyarakat menerima pelayanan dari masa pra pendaftaran ini. Jadi sesuai dengan ketentuan, masa pra pendaftaran itu ditambah, dimulai tanggal 8 dan berakhir tanggal 30,” terang UU ketika itu.

Lanjut kata UU, Mudah-mudahan dengan perpanjangan masa pra pendaftaran ini semua masyarakat di Kota Bekasi yang tahun ini menyekolahkan anaknya atau cucunya, baik SD maupun SMP bisa haknya untuk terlayani oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi, imbuhnya.

UU berujar, ada beberapa perubahan. Dirinya menegaskan pihaknya menerapkan secara ketat.

“Tapi kenyataan di lapangan, kan yang namanya online kan tidak harus ketemu, tidak harus hadir, datang ke sekolah ini, datang ke sekolah itu, datang ke dinas. Tapi kan kenyataan ya secara umum barangkali ada yang masih belum piawai atau belum mahir dalam menggunakan teknologi. Pada akhirnya kami, di masa pra pendaftaran ini membuka layanan dalam posisi membantu masyarakat menjelaskan dan melakukan sosialisasi,” ungkap UU.

Sesuai dengan evaluasi, katanya lagi, pihaknya membuka layanan di 12 Kecamatan. Terdapat operator dari Dukcapil, untuk menyelesaikan permasalahn yang berkenaan dengan NIK. Selain itu ada operator dari Dinsos dan Disdik.

“Untuk mengkomunikasikan, untuk membantu mengaplod dokumen,” katanya.(red-bjn 01)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *